Nama : fauziah khaerunisssa
Kelas : PGSD C
Nim : 063161111110
Analisis video tawuran
antar pelajar SMA
Dari peristiwa video yang saya mencoba menganalisa
dengan pemikiran saya sendiri, awal tawuran tersebut antara pelajar SMA dengan
SMa lainnya sudah menjadi topic yang sangat sering di perbincangkan di pelosok
desa maupun kota, akan tetapi hal itu merupakan hal yang tidak wajar sama
sekali karena pendidikan sekolah merupakan tempat yang seharusnya siswa dapat
belajar dengan sebaik mungkin dan semaksimal mungkin untuk menuntut ilmu bukan melakukuan tawuran anarkis yang
dapat meresahkan semua pihak. Awal dari tawuran tersebut adanya berbagai
factor. Yang saya lihat dalam video tersebut itu di mulai antar dua sekolah
yang ingin sama-sama menjaga gengsi sekolahnya masing-masing, sehingga para
pelajar yang bertindak anarkis itu untuk saling melukai dengan cara memiliki
rasa dendam dengan membawa alat-alat yang tak seharusnya di pakai dan di bawa
ke sekolah, para pelajar itu membawa gir, cerulit, sabuk yang di kelilingi oleh
besi, dan alat-alat yang tajam lainnya dan saling kejar-kejaran serta baku
hantam kepada orang yang mereka tuju.
Dengan adanya tawuran masyarakat merasa resah dan
takut serta merasa di rugikan dengan tingkah laku para pelajar sekarang, mereka
membuat para pedagang merasa takut di rugikan. Dengan itu banyak masyarakat
yang lebih waspada terhadap siswa yang melakukan tindakan anarkis. Padahal
semua itu berawal dari masalah yang sepele biasanya dari saling ejek, saling
lempar kertas dan lain-lain, namun siswa yang masih labil tingkat emosinya
justru menanggapinya sebagai sebuah tantangan. Biasanya tawuran seperti ini
memiliki rasa dendam, rasa ketidaksetiakawanan sehingga muncul hal yang seperti dalam video tersebut bahkan para
siswa melakukan tawuran itu dapat terganggu proses belajar di sekolah, sehingga
pembelajaran berlangsung tidak efektif.
Tindakan para pelajar tersebut tentunya sudah merusak citra dan nama baik
sekolah yang bersangkutan. Tawuran antar pelajar sudah semestinya harus di cegah
baik dari pihak sekolah yang melakukan pembinaan ataupun dari pihak orang tua
yang memberikan perhatian yang lebih. Tentunya yang paling utama adalah
kesadaran dari para pelajar itu sendiri.
Kesetiakawanan hal yang paling memojokan orang untuk
ikut bergabung dalam tawuran tersebut.
Analisis video yang
kedua
Anak jalanan kerapa kali kita jumpai di berbagai
tempat, baik itu sebagai pengamen, pengemis, pencuri, atau sebagai penjual
Koran. Umumnya anak jalanan itu mengalami bebarapa factor yang menyebabkan
mereka mengarungi hidup di jalanan, bisa jadi karena faktor keluarga yang
berantakan, karena factor ekonomi yang mendesak atau merasa kebutuhan dirinya
tidak terpenuhi, terkadang factor lingkunganlah yang dominan ketika kita sedang
berada dalam suatu perkumpulan dan di dalamnya sedang melakukan aktivitas yang
negative maka sedikit banyaknya kita akan melakukan hal yang negative itu
tetapi dalam jangka waktu yang singkat. Anak jalanan identik dengan
kenakalannya, ketidak sopanannya, yang terkesan urakan. Ada yang menjadi anak
jalanan itu karena tidak punya orang tua atau di tinggal oleh orang tuanya
sehingga ia mengadu nasib di jalanan bersama orang-orang dengan berbagai
karakter. Seperti halnya dalam video tersebut, saya mencoba menganalisa dua
orang anak yang sedang menghisap lem. Menurut saya menghisap lem sama halnya
dengan mabuk yang menyebabkan ketergantungan, menghisap lem dan sejenisnya
dapat merusak daya tahan tubuh apalagi anak-anak yang sedang mengalami
pertumbuhan selain itu juga dapat merusak pola pikir si pemakai. Lama-kelamaan
maka akan terus kecanduan dan ketergantungan walaupun bahayanya tidak
separah obat terlarang atau minuman
keras tetapi untuk usia anak-anak itu sangat berbahaya. Tidak hanya pola pikir
yang terganggu tapi secara moral dan tingkah laku pun akan mengalami perubahan.
Ketika si pemakai mulai ketergantungan dengan lem maka dia akan melakukan hal
yang sama secara terus menerus dan berulang-ulang. Mungkin saja kedua anak yang
tadi mengalami hal yang sama dalam hidupnya. Alhasil mereka tidak segan-segan
untuk menghisap lem secara bersama-sama.
Bahkan tidak sedikit masyarakat Indonesia dari
kalangan anak-anak sampai ke kalangan remaja pun menghisap lem dengan tujuan
menghilangkan beban, stress atau masalah yang di hadapinya. Anak jalanan
misalnya ada yang sampai mencopet untuk memenuhi kesenangannya itu, mereka
mengganggap bahwa dengan cara seperti itulah mereka bisa merasakan ketenangan.
Bisa di katakan bahwa pendidikan anak jalanan kurang
layak karena keterbatasan biaya dan waktu. Anak dalam video tersebut mungkin
sudah tidak bisa mengenyam pendidikan dan merasakan bangku sekolahan. Kurangnya
perhatian dari pemerintah untuk anak jalanan mengenai pendidikan sangatlah
minim. Kurangnya ilmu dan pemahaman tentang pendidikan membuat mereka
melampiaskan hidup yang seadanya.
Pendidikan yang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar