kembang api

efek sakura

efek

Jumat, 14 Juni 2013

analisis video


Nama : fauziah khaerunisssa
Kelas : PGSD C
Nim : 063161111110

Analisis video tawuran antar pelajar SMA
Dari peristiwa video yang saya mencoba menganalisa dengan pemikiran saya sendiri, awal tawuran tersebut antara pelajar SMA dengan SMa lainnya sudah menjadi topic yang sangat sering di perbincangkan di pelosok desa maupun kota, akan tetapi hal itu merupakan hal yang tidak wajar sama sekali karena pendidikan sekolah merupakan tempat yang seharusnya siswa dapat belajar dengan sebaik mungkin dan semaksimal mungkin untuk menuntut  ilmu bukan melakukuan tawuran anarkis yang dapat meresahkan semua pihak. Awal dari tawuran tersebut adanya berbagai factor. Yang saya lihat dalam video tersebut itu di mulai antar dua sekolah yang ingin sama-sama menjaga gengsi sekolahnya masing-masing, sehingga para pelajar yang bertindak anarkis itu untuk saling melukai dengan cara memiliki rasa dendam dengan membawa alat-alat yang tak seharusnya di pakai dan di bawa ke sekolah, para pelajar itu membawa gir, cerulit, sabuk yang di kelilingi oleh besi, dan alat-alat yang tajam lainnya dan saling kejar-kejaran serta baku hantam kepada orang yang mereka tuju.
Dengan adanya tawuran masyarakat merasa resah dan takut serta merasa di rugikan dengan tingkah laku para pelajar sekarang, mereka membuat para pedagang merasa takut di rugikan. Dengan itu banyak masyarakat yang lebih waspada terhadap siswa yang melakukan tindakan anarkis. Padahal semua itu berawal dari masalah yang sepele biasanya dari saling ejek, saling lempar kertas dan lain-lain, namun siswa yang masih labil tingkat emosinya justru menanggapinya sebagai sebuah tantangan. Biasanya tawuran seperti ini memiliki rasa dendam, rasa ketidaksetiakawanan sehingga muncul hal yang  seperti dalam video tersebut bahkan para siswa melakukan tawuran itu dapat terganggu proses belajar di sekolah, sehingga pembelajaran berlangsung  tidak efektif. Tindakan para pelajar tersebut tentunya sudah merusak citra dan nama baik sekolah yang bersangkutan. Tawuran antar pelajar sudah semestinya harus di cegah baik dari pihak sekolah yang melakukan pembinaan ataupun dari pihak orang tua yang memberikan perhatian yang lebih. Tentunya yang paling utama adalah kesadaran dari para pelajar itu sendiri.
Kesetiakawanan hal yang paling memojokan orang untuk ikut bergabung dalam tawuran tersebut.

Analisis video yang kedua
Anak jalanan kerapa kali kita jumpai di berbagai tempat, baik itu sebagai pengamen, pengemis, pencuri, atau sebagai penjual Koran. Umumnya anak jalanan itu mengalami bebarapa factor yang menyebabkan mereka mengarungi hidup di jalanan, bisa jadi karena faktor keluarga yang berantakan, karena factor ekonomi yang mendesak atau merasa kebutuhan dirinya tidak terpenuhi, terkadang factor lingkunganlah yang dominan ketika kita sedang berada dalam suatu perkumpulan dan di dalamnya sedang melakukan aktivitas yang negative maka sedikit banyaknya kita akan melakukan hal yang negative itu tetapi dalam jangka waktu yang singkat. Anak jalanan identik dengan kenakalannya, ketidak sopanannya, yang terkesan urakan. Ada yang menjadi anak jalanan itu karena tidak punya orang tua atau di tinggal oleh orang tuanya sehingga ia mengadu nasib di jalanan bersama orang-orang dengan berbagai karakter. Seperti halnya dalam video tersebut, saya mencoba menganalisa dua orang anak yang sedang menghisap lem. Menurut saya menghisap lem sama halnya dengan mabuk yang menyebabkan ketergantungan, menghisap lem dan sejenisnya dapat merusak daya tahan tubuh apalagi anak-anak yang sedang mengalami pertumbuhan selain itu juga dapat merusak pola pikir si pemakai. Lama-kelamaan maka akan terus kecanduan dan ketergantungan walaupun bahayanya tidak separah  obat terlarang atau minuman keras tetapi untuk usia anak-anak itu sangat berbahaya. Tidak hanya pola pikir yang terganggu tapi secara moral dan tingkah laku pun akan mengalami perubahan. Ketika si pemakai mulai ketergantungan dengan lem maka dia akan melakukan hal yang sama secara terus menerus dan berulang-ulang. Mungkin saja kedua anak yang tadi mengalami hal yang sama dalam hidupnya. Alhasil mereka tidak segan-segan untuk menghisap lem secara bersama-sama.
Bahkan tidak sedikit masyarakat Indonesia dari kalangan anak-anak sampai ke kalangan remaja pun menghisap lem dengan tujuan menghilangkan beban, stress atau masalah yang di hadapinya. Anak jalanan misalnya ada yang sampai mencopet untuk memenuhi kesenangannya itu, mereka mengganggap bahwa dengan cara seperti itulah mereka bisa merasakan ketenangan.
Bisa di katakan bahwa pendidikan anak jalanan kurang layak karena keterbatasan biaya dan waktu. Anak dalam video tersebut mungkin sudah tidak bisa mengenyam pendidikan dan merasakan bangku sekolahan. Kurangnya perhatian dari pemerintah untuk anak jalanan mengenai pendidikan sangatlah minim. Kurangnya ilmu dan pemahaman tentang pendidikan membuat mereka melampiaskan hidup yang seadanya.
Pendidikan yang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar